Halloween Costume ideas 2015

MEMAKNAI ZUHUD KONTEKSTUAl Oleh: Prof.Dr.H.M. Solihin, M.Ag.






Prof.Dr.H.M. Solihin, M.Ag


MEMAKNAI ZUHUD KONTEKSTUAl
Oleh: Prof.Dr.H.M. Solihin, M.Ag.


Pragmentasi kehidupan modern yg menjebak manusia pd sikap  materialisme, konsumerisme, hedonisme, dan hidup glamour yg begitu akut, nampaknya sdh sangat urgen utk diobati dg resep obat khusus ala Dokter Sufi, yg disebut dg “Zuhud”.
Kesalahan umum terjadi ketika orang memahami Zuhud sbg sikap hidup yg meninggalkan duniawi secara total demi mengejar akhirat semata, seolah tdk peduli dg urusan duniawi atau urusan sosial sekitarnya. Junayd al-Baghdadi (Sufi kelahiran Baghdad, 210 H), mencoba meluruskan pandangan keliru itu. Menurutnya, zuhud model itu hanya akan membawa orang pd kondisi keterasingan (alienasi). Padahal konsep Zuhud adalah dimana kita tetap memiliki harta, namun tdk terlalu mencintainya. Zuhud tdk meninggalkan harta kekayaan, tapi juga tidak tamak mengejarnya, dan tdk pula menghalalkan segala cara utk mendapatkannya. Orang zuhud senantiasa  mewaspadai bahaya yg timbul akibat salah menggunakan harta, karena memegang harta kekayaan ibarat memegang bara api yg bisa membakar dirinya sendiri.
Setiap Muslim tetap berkewajiban mencari nafkah penghidupan dunianya, untuk diri dan keluarganya. Letak zuhudnya adalah, bila ia memperoleh rezeki, ia tidak merasa berat memberi kpd mereka yg lebih memerlukannya. Al-Junayd mengajak setiap Muslim seharusnya mengikuti jejak Rasulullah, yaitu menjalani kehidupan seperti manusia biasa, menikah, berdagang, berpakaian yg pantas, tapi juga dermawan, Beliau tdk suka dg sifat manusia yg apatis.
Seseorang tdk seharusnya hanya berdiam diri di masjid dan berzikir saja tanpa bekerja mencari nafkah, sehingga utk menunjang kehidupannya orang tersebut menggantungkan diri hanya pd pemberian orang lain. Sifat seperti ini salah kaprah, karena setiap orang harus tetap bekerja keras utk menopang kehidupannya sehari-hari. Jika sdh mendapat nafkah, diharapkan mau membelanjakannya di jalan Allah  SWT.”
Konsep Zuhud al-Junyad seperti itu sangat cocok diterapkan pd kondisi zaman sekarang ini, karena pd kehidupan modern ini tdk mungkin seseorang melakukan zuhud yg meninggalkan kehidupan dunia secara total karena masih banyak tanggung jawab yg harus di pikul serta diperlukan interaksi sosial dg banyak orang serta interaksi dg dunia global. Alhasil, konsep zuhud yg ditawarkan al-Junayd sangat kontekstual utk diterapkan masa kini.

Post a Comment

Oke Pisan News

{facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google-plus#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Contact Form

Name

Email *

Message *

okepisan. Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget